19.2.13

Musim Panjang : Batuk - Pilek

Sudah lama ga posting di blog ini..sekalinya posting yah..sedih..anak-anak saya sedang dilanda common cold.
Ya..dari berbagai sumber yang saya baca baru saja actually batuk dan pilek bukan penyakit namun merupakan mekanisme tubuh untuk mengeluarkan lendir yang banyak terkumpul di saluran pernapasan atas. Nah banyaknya lendir ini disebakan tubuh sedang melawan virus yang menyerang pernapasan kita. So..sebenarnya batuk atau pun pilek tidak ada obatnya karena sebabnya virus yang akan hilang dengan sendirinya seiring kembalinya imunitas kita.

Tapi..eh tapi. Melihat anak kita tersiksa karena hidung tersumbat, grak grok malam hari, meler melulu, bukanlah hal yang mudah bisa kita abaikan. Kita ingin mengusahakan sesuatu agar mereka berkurang ketersiksaannya. Ujung-ujungnya lari ke dokter dan antibiotik lagi. Hiks..Saya dan suami malah bukan tipe yang buru-buru ke dokter tapi melihat Mare yang baru pertama kalinya terkena batuk dan parah pula membuat kami memutuskan berobat ke dokter. Sampai hari ini, hari ke 9 batuk pilek, hari ke 5 minum obat, batuk pilek pun tak kunjung reda. Saya jadi sedikit nyesel ke dokter karena baca di forum-forum pergi ke dokter malah memperlama kesembuhan.

Namanya baru anak 3 tahun, belum mengerti kalau batuk pileknya ini menular. Ya seperti biasa mencium-cium adiknya, batuk di dekatnya, dst....akhirnya, sudah 3 hari ini si adek positif batuk pilek juga. hiks. Anak saya yg kedua, Binta baru berumur 10 bulan. Saya ga mau memberikan antibiotik. Sejauh ini sih saya coba terapi rumahan aja seperti memakaikan baju hangat, membaluri badan dengan transpulmin, inhalasi minyak kayu putih di kamar ketika tidur malam. Sebenarnya, kalau anak-anak lagi sakit gini saya biasanya bawa keluar berjemur matahari pagi. Tapi sudah beberapa hari mendung, malah tadi pagi hujan. Karena bagi saya berjemur efektif membuat lega pernapasan karena lendir-lendir meleleh.

Saya benar-benar harus menyabarkan diri agar tidak membawa adek ke dokter. Semoga Mare dan Binta segera reda batuk-pileknya.

0 komentar:

Posting Komentar