Rencana tinggal rencana..kami sampai di rumah (banyuwangi) jam 21.00, so it took 15 hours from Bandung. Very unpredictable... Harusnya sampai rumah siang sekitar jam 2. Harusnya begini..begitu..banyak hal di luar dugaan saya.
Naik pesawat sukses 80%
Kami pergi dari rumah Bandung pukul 04.30 wib dengan taxi menuju bandara. Kemudian pukul 6 lebih pesawat take off menuju surabaya untuk selanjutnya menuju denpasar.
Sesuai dengan pengalaman moms dan dsa Mare untuk menyusui ketika take off dan landing, saya pun berniat melakukannya. Kebetulan sebelum take off kemarin Mare sudah resah ingin nenen. Dia tampak mengantuk juga maklum memang masih sangat pagi. Akhirnya saya bisa membuatnya tertidur hingga sesaat menjelang landing di bandara Juanda. Namun di penerbangan lanjutan menuju Denpasar Mare agak rewel mungkin sudah bosan dan ingin main. Sesampainya di bandara Ngurah Rai, tuki dan adik belum datang jadi kami harus menunggu. Lama. 1,5 jam. Saya dongkol dan marah karena kasian melihat Mare yang capek.
Putar Putar Kuta
Adik saya ada acara dulu di Matahari Kuta. Tambah sebel saya karena target nyampe rumah sebelum maghrib sepertinya tak mungkin. Parahnya, adik saya itu lupa dan bingung mencari jalan. Ada GPS kok ya ga membantu?? Jadilah kita putar-putar seputaran Kuta hingga 3 kali.
Tak Ingin Saya Ingat
Akhirnya kami pulang menuju Banyuwangi pukul 14.00. Waktu itu saya hendak menyuapi Mare bekal makan siangnya tapi ternyata sudah agak basi. Hiks saya bingung Mare makan apa duong?? Kami sedang dalam perjalanan menuju Gilimanuk, tak ada restoran yang memungkinkan untuk membuat bubur gasol. Akhirnya bubur instan yang dibeli untuk emergency on last minute kepake juga. Maafkan mama at least kita sudah berusaha sebisa mungkin.
Tidak hanya sekali tapi untuk kali kedua Mare maem bubur instan lagi ketika kami berada dalam antrian menuju kapal. Saya hanya memberinya sedikit sekedar untuk mengisi perut.
Malam itu tak terasa sampai juga di rumah dengan selamat. Saya langsung membuat bubur oat dicampur pisang ambon. Mare dengan lahap memakan suap demi suap.
Perkenalan
2-3 hari pertama merupakan masa perkenalan dan adaptasi dengan lingkungan dan orang baru jadi Mare rewel dan hanya mau digendong saya atau ayahnya. Sehingga kami sangat sibuk but anyway senang bisa berkumpul dengan keluarga.
Tampilkan postingan dengan label Mudiik..2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mudiik..2010. Tampilkan semua postingan
28.9.10
30.8.10
4 Hari Lagi ...
Lebaran tahun ini lebih spesial karena hadirnya Mare menjadi kesenangan tersendiri ketika berkumpul dengan keluarga besar tapi juga kerepotan yang menantang ketika perjalanan mudik. Rute perjalanan kami bertiga jauuuh... Maka persiapannya pun juga sudah dimulai jauh hari. Tiket berangkat sudah di tangan. Kami memutuskan rute paling nyaman untuk Mare.
Bandung-Denpasar-Banyuwangi-Surabaya-Yogyakarta-Bandung. Begitulah kira-kira rute yang akan kami tempuh mulai 4 september mendatang. Perjalanan pertama menuju kampung halaman saya, Banyuwangi. Kota paling ujung timur pulau Jawa! Karena sudah setahun saya tidak pulang, maka semangat dan niat sudah bulat untuk lebaran disana. Perjalanan dengan pesawat Bandung-Denpasar, kemudian lanjut menggunakan mobil hingga penyeberangan Gilimanuk-Ketapang by kapal feri adalah rute tercepat menuju Banyuwangi. Kalau dibayangkan sekarang, malas sekali bepergian jauh membawa bayi. Tapi ketika hari keberangkatan besok pasti menyenangkan.
Pasti kebayang kan bawaan kami seberapa?? Cuma 3 koper ukuran sedang, 1 tas ransel, 1 diaper bag, 1 dus oleh-oleh, mmm..itu saja deh. Yang paling membuat saya masih bingung sampai sekarang adalah mpasi Mare. Karena saya adalah penganut homemade baby food, maka sebisa mungkin tak menyentuh yang instan2 bahkan meliriknya. Jadi saya akan membawa peralatan makan lengkap dengan blender, saringan, dan tak lupa insulated bag untuk membawa makanan hari h. Kalau panci, dan pisau saya beli saja disana.
Kalau mpasi untuk hari keberangkatan saya bisa atasi. Tapi untuk perjalanan pulang, karena melalui darat dan memakan waktu lama, bagaimana saya membuat mpasi Mare? Ah pusing, pikir besok saja.
Semoga perjalanan kami nanti lancar. Mare merasa nyaman, senang, tidak rewel. Sudah tak sabar nih bertemu keluarga disana.
Bandung-Denpasar-Banyuwangi-Surabaya-Yogyakarta-Bandung. Begitulah kira-kira rute yang akan kami tempuh mulai 4 september mendatang. Perjalanan pertama menuju kampung halaman saya, Banyuwangi. Kota paling ujung timur pulau Jawa! Karena sudah setahun saya tidak pulang, maka semangat dan niat sudah bulat untuk lebaran disana. Perjalanan dengan pesawat Bandung-Denpasar, kemudian lanjut menggunakan mobil hingga penyeberangan Gilimanuk-Ketapang by kapal feri adalah rute tercepat menuju Banyuwangi. Kalau dibayangkan sekarang, malas sekali bepergian jauh membawa bayi. Tapi ketika hari keberangkatan besok pasti menyenangkan.
Pasti kebayang kan bawaan kami seberapa?? Cuma 3 koper ukuran sedang, 1 tas ransel, 1 diaper bag, 1 dus oleh-oleh, mmm..itu saja deh. Yang paling membuat saya masih bingung sampai sekarang adalah mpasi Mare. Karena saya adalah penganut homemade baby food, maka sebisa mungkin tak menyentuh yang instan2 bahkan meliriknya. Jadi saya akan membawa peralatan makan lengkap dengan blender, saringan, dan tak lupa insulated bag untuk membawa makanan hari h. Kalau panci, dan pisau saya beli saja disana.
Kalau mpasi untuk hari keberangkatan saya bisa atasi. Tapi untuk perjalanan pulang, karena melalui darat dan memakan waktu lama, bagaimana saya membuat mpasi Mare? Ah pusing, pikir besok saja.
Semoga perjalanan kami nanti lancar. Mare merasa nyaman, senang, tidak rewel. Sudah tak sabar nih bertemu keluarga disana.
Langganan:
Postingan (Atom)



