Ga kerasa uda sebulan lebih ga nulis di blog. Bahkan ga buka sama sekali. Itu karena saya dan Mare sibuk bermudik ria dan berlebaran. Liburan panjang Idul Fitri = perjalanan panjang untuk kami. Yah..kami harus pulang ke rumah orang tua di Banyuwangi dan Jogja. Capek banget kalo dibayangkan perjalanan Bandung-Banyuwangi-Jogja-Bandung. Apalagi saya kan membawa balita 20 bulan. Kebayang ga sih??
Ah tapi kenyataannya..ga seberat itu juga, lha wong saya trip-nya enak pake pesawat, kereta eksekutif, mobil pribadi. Saudara-saudara kita pasti banyak yang rela desak-desakan, panas-panasan, naik kereta ekonomi, atau bis, bahkan motor, demi bertemu nenek-kakek, ibu-bapak mereka. So...saya masih alhamdulillah. Tapi acara mudik-mudik ini sebaiknya ya ga dipaksakan baik secara materi maupun kondisi fisik kita. Dalam masa mudik lebaran kemarin, saya sempat membaca artikel di situs berita bahwa seorang bayi ternyata sudah meninggal dalam gendongan ibunya, karena si bayi sebenarnya sedang diare dan terpaksa ikut ibunya mudik dengan bis. Tragis ga sih...Ketika saya naik kereta dari Banyuwangi menuju Surabaya, saya juga menjumpai bayi 6 bulan yang terus menangis ketika perjalanan. Ternyata bayi tersebut sedang demam, sehingga tak bisa tidur nyenyak alias rewel. Kasian sekali..
Dalam perjalanan kemarin, Mare sebenarnya sedang batuk pilek. Saya juga. Tapi entah kenapa setibanya di rumah Banyuwangi, kami berdua langsung sembuh. Mungkin karena udara pedesaan yang masih bersih dan segar. Saya dan Mare mudik dulu tgl 14 Agustus, kemudian suami saya menyusul tgl 26 Agustus. Dari Banyuwangi, kami ke Jogja karena memang ingin berlebaran di sana. Overall..perjalanan kami lancar, bahkan pada perjalanan ke Bandung dengan mobil, jalanan pun relatif lancar.
Ada sedikit oleh-oleh cerita dari Jogja : mobil kami kecurian. Kaca tengah samping kiri dipecah, kemudian tas saya raib deh. Apes. Si Maling apes, saya lebih apes. Saya kehilangan kaca mobil, dompet, tas. Si Maling dapet apa?? Dia telah mengambil tas pemberian suami saya yang isinya dompet (kartu atm, sim, ktp, kartu-kartu member resto dan rumah sakit), baju Mare 1 stel, dan diaper! dan...di dompet saya itu cuma ada uang ga lebih dari 10rb lah. ATM saya pun kebetulan udah ga ada isinya lagi (semua sudah dikuras untuk acara mudik lebaran :)) . Kalo peristiwanya seperti ini : malam itu sehabis dari rumah teman di daerah Banguntapan, kami makan seafood di jalan Janti. Mobil diparkir di depan warung, namun badan mobil tak terlihat dari dalam warung. Saat itu memang tidak ada tukang parkir yang menjaga, tapi tukang masak seafood selalu berada di open kitchennya di depan, tentu saja dia secara langsung bisa melihat mobil kami. Tapi malam itu, dia tak melihat kejanggalan apa pun di sekitar mobil, hingga dia pun merasa terkejut dan sedikit menyesal ketika tau kalo kami habis kecurian. Kami segera ke kantor polisi untuk membuat laporan dan meminta surat kehilangan. Kartu ATM juga segera saya blokir. Walaupun ga banyak kerugian kami, rasanya jengkel banget harus menguirus suratt-surat lagi dan ke bengkel mengganti kaca. Tapi ya sudahlah...
Acara pulang ke Bandung pun mundur sehari karena saya harus membuat ktp dan sim lagi, sedangkan suami harus mengganti kaca mobil. Tapi semuanya sudah selesai dan pelajaran yang sangat berharga : JANGAN MEMANCING PERHATIAN MALING DENGAN MENINGGALKAN TAS DI MOBIL!!
12.9.11
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar