Long Weekend kemarin kami habiskan di kota suami, Jogja. Yah selain untuk berkangen-kangenan dengan keluarga juga ada misi khusus : cabut gigi dan perpanjang stnk.
Kenapa cabut gigi harus jauh2 kesana?? CHEAPER. itu alasan pertama. Sedangkan alasan lain karena sudah nyaman dengan dokternya, beliau dulu juga yang mencabut geraham bungsu kanan atas saya.
Dengan bersemangat, ibu mertua mengantarkan saya ke klinik. Kali ini turut juga suami, Mare, adik, kakak ipar dan keponakan. Kayak mau ngapain aja sampe diantar orang serumah. Karena sebelumnya sudah mendaftar, jadi saya tidak perlu berlama-lama antri. Saya tidak takut ataupun panik sama sekali karena dulu sudah pernah dan saya tidak terlalu kesakitan.
Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa ini bukan cabut biasa, melainkan operasi kecil dengan pembedahan. Yang namanya bedah jelas pakai pisau, dan tidak lupa dibius dulu. Nah yang membuat tahapan operasi sedikit nyaman karena terlebih dulu si dokter mengolesi permukaan gusi dengan gel anaestesi sehingga berikutnya ketika disuntik bius beberapa kali tidak terlalu nyeri. Setelah bius bekerja dan saya mulai merasa 'tebal' di pipi kiri maka si dokter sudah saatnya mereparasi mulut saya. Rupanya geraham bungsu tidak tumbuh sendiri dia "ditemani" gigi kecil yang posisinya menutupi si gigi geraham bungsu tadi sehingga harus dicabut dulu. Tidak lama gigi kecil tersebut tercabut dengan mudah. Kalo geraham bungsunya sendiri....agak lama. Iya, si dokter harus mengerahkan segenap tenaganya untuk mencabut karena sangat kuat menancap di gusi. Nah, berikut alasan lagi-lagi kenapa saya rela "disiksa" oleh dokter ini : dia laki-laki berbadan besar sehingga tenaganya memang sangat signifikan untuk hal cabut-mencabut. Bukannya kalo dokter wanita lantas ga kuat yah nyabut gigi. Tapi ini pengalaman sekaligus keyakinan saya kalo nyabut mending ke dokter gigi laki-laki saja. Lebih kuat sehingga lebih cepat selesai.
Setelah berhasil dicabut, acara jahit-menjahit gusi yang sudah dibedah tadi pun berlangsung. Biasanya jahit ini lebih cepat dari proses bedahnya. Tapi untuk kasus saya kemarin, jahit lukanya justru lebih lama dan si dokter tampak kesusahan. Setelah 40 menit kemudian...sukses sudah acara pencabutan si bungsu dengan finish 5 jahitan. Sekali lagi...5 jahitan!!! Saya ga bisa bayangin deh nanti buka jahitannya seperti apa. Apalagi ga ada biusbiusan. Eh sebenernya, kemarin waktunya buka jahitan (7 hari setelah pembedahan), tapi saya ada tugas lain yang jauuuuuh lebih penting. Semoga senin besok bisa mampir ke dokter gigi agar segera selesai dan sembuh.
1.5.11
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar