12.6.10

J J S

Setiap weekend, entah mengapa saya dan suami hampir selalu keluar rumah untuk berkuliner ria atau sekedar putar-putar kota (ah tapi seringnya ke mall, hehe). Hari ini pun demikian, kami bertiga pergi dari rumah sekitar 13.30. Tak ada tujuan yang jelas, ingin ke daerah Bojongkoneng, ingin mencoba Madtari, ingin ini itu. Sebenarnya kami ingin ke tempat yang banyak pohon dan membawa bekal makan siang, tapi tak ada yang dekat. Akhirnya kami memutuskan ngemil di Madtari saja. Saya pesan roti bakar susu-pisang-keju, dan suami pesan indomie goreng kornet. Madtari ini terkenal karena memberikan porsi berlebihan di tiap menu, misal parutan keju hingga menutupi roti atau kornet yang berlimpah. Pokoknya lebay... Pandangan pertama ketika tersaji di meja memang sangat menggiurkan melihat parutan keju yang menggunung itu. Setelah beberapa suap, saya merasa eneg dan kenyang. Apalagi suami saya, katanya sudah mual makan mie kornetnya. Saya paksakan diri untuk menuntaskan roti bakar hingga terasa mual juga. Sesuatu yang berlebihan memang tak enak. Ah saya jadi kapok deh, roti bakar dan mie goreng lebih enak buatan saya sendiri. Karena kami mual-mual, kami memutuskan langsung pulang. Ahaha..dari Margahayu ke Dago kembali lagi ke Margahayu hanya demi mencoba Madtari. Sungguh niat! Perjalanan kami melewati Gasibu dan ternyata ada yang jual baju bola untuk bayi. Tentu saja sangat menarik kami untuk membelinya. Jadi kami parkir di depan gedung Sate. Baju bola bayi yang berbentuk jumper itu sangat unik dan lucu. Tawar menawar akhirnya saya mendapatkan baju bola Brasil untuk Damare seharga 40 ribu. Setelah itu, kami masuk ke halaman gedung Sate (for the firs time nih). Yah seperti orang-orang kebanyakan, saya dan suami mengambil beberapa foto dengan kamera ponsel. Damare sudah tampak lelah, sehingga kami segera pulang.

0 komentar:

Posting Komentar