Iya liburan kemarin kami sangat sibuk! Asisten saya (baca:prt) pulang kampung ke Cianjur. Katanya sih sepupunya banyak yang nikah. Saya mengijinkannya pulang 5 hari ini, karena saya percaya diri bisa mengurus rumah dan anak sendiri. Ternyata..saya tak sanggup. Untungnya suami saya libur, jadi bisa meringankan beban saya. Kami bergantian menjaga Damare dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Memang hasilnya tak seideal ketika ada mbak Ai (nama asisten saya), tapi yah lumayan..rumah terlihat bersih, pakaian Damare beres, saya juga bisa memasak untuk sarapan dan makan siang. Makan malam saya beli atau jajan di luar. Ayahnya Damare sekarang mengerti betapa 'asyiknya' merawat rumah dan anak. Apalagi ketika Damare sedang tak kooperatif alias rewel minta digendong terus. Si ayah bertanya-tanya kepada saya "Anak ini kenapa?... Kenapa ya kok merengek terus?..." . Saya tersenyum dan menjawabnya "Ya namanya bayi belum bisa ngomong." atau "Begitulah tiap hari yah..". Lalu suami saya dengan sabar menggendong anak kami dan menghiburnya. Itulah hikmah yang bisa diambil ketika asisten pulang, saya jadi tau seberapa sabar dan pedulinya suami terhadap keluarga. Dan suami juga mengerti bagaimana motherhood sebenarnya.
Ayahnya Damare mungkin kelelahan membantu saya selama libur kemarin sehingga dia kemarin tak enak badan, kemudian ijin tak masuk kerja. Anyway, makasih ayah...
1.6.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar