

Aduh..aduh baru sempat nulis nih, capek banget perjalanan Jogja-Bandung. Hari ke-3 liburan, kami ingin sekali jalan-jalan ke seputar Malioboro, ingin ke Mirota Batik, ingin makan ini itu. Tapi suami saya baru datang jam 11 siang dari bengkel. Jadi pesimis bisa mewujudkan keinginan tadi. Ketika ayahnya Damare ke bengkel, saya menemani Damare bermain bersama sepupunya, Satria, di lantai atas. Satria berumur 7 tahun adalah anak tunggal dari kakak suami saya. Dia awalnya tampak tak tertarik dengan sosok adik (Damare). Namun pagi itu, kebetulan mood Damare sedang bagus jadi bisa diajak bermain. Satria mulai enjoy menikmati waktu bersama Damare. Dia meniupkan balon-balon berwarna yang tentu saja menarik perhatian Damare. Damare yang sekarang sedang senang memegang benda-benda, berusaha meraih balon-balon yang sengaja kami lempar-lempar di atasnya. Dia tampak antusias. Kemudian saya mengambil beberapa gambar mereka. Siang harinya, suami saya sudah pulang dari bengkel, kami akhirnya pergi. Satria ikut juga karena orang tuanya sedang ke acara pernikahan. Pertama kami menuju daerah Seturan untuk makan siang, kami memilih makan di Bebakaran. Rasanya sudah tak senikmat dulu. Ikan guramenya kecil. Tapi tempatnya lumayan nyaman, ada arena bermain anak pula. Satria langsung ke tempat bermain yang berupa lorong kecil berbentuk kereta dan sepetak kolam bola. Eh ternyata Damare tertarik melihat kolam berisi bola warna warni itu. Dia melihat ke arah kolam bola terus. Tampak mengamati dengan serius. Wah kami agak terkejut melihat Satria yang ternyata banyak tingkahnya, dia melompat dari perosotan ke kolam bola, menghamburkan bola ke lantai, hingga melepas vestnya, mugkin kepanasan. Orang-orang disana pun melihat ke arah arena bermain dan tampak agak sebel. Namanya juga anak-anak pasti bikin keributan. Tapi bapak..ibu..mas..mbak..dia bukan anak saya..anak saya yang masih bayi itu. He he..
Setelah makan siang, kami menuju ke optik langganan, saya ingin membeli sunglasses karena esoknya mungkin saya akan membantu suami bergantian menyetir. Saya tak tahan silau kalau menyetir siang hari. Ternyata stok sunglassessnya cuma sedikit, tak jadi beli deh. Siang itu tiba-tiba hujan deras, keinginan jalan-jalan di Malioboro juga lupakan saja. Akhirnya kami memutuskan pulang saja, kasian Damare kalau kami paksakan jalan-jalan. Dia masih terlalu kecil, masih 4 bulan.
Sesampai di rumah, waktu kami habiskan dengan tidur dan beres-beres untuk persiapan pulang esoknya.



0 komentar:
Posting Komentar